DPR Menerima APBN-P 2013
Harga BBM Pasti Naik
| M.Fadlillah/GMharga |
| MASSA gabungan buruh dan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa terkait rencana kenaikan harga BBM di depan Gedung Sate, Jln. Diponegoro Bandung, Senin (17/6). Selain menolak keras rencana kenaikan harga BBM, mereka juga menuntut pemerintah menasionalisasi aset yang dikuasai perusahaan asing. |
JAKARTA (GM)
- Melalui proses yang alot, rapat paripurna pengesahan Anggaran
Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2013 yang terkait dengan
kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) telah menghasilkan keputusan
melalui voting. Hasil sidang yang berakhir pukul 22.30 WIB, Senin (17/6)
itu, DPR menerima APBN-P 2013.
APBN-P 2013 disiapkan untuk
menunjang rencana pemerintah mengurangi subsidi BBM. Selain itu, APBN-P
2013 juga memuat kompensasi kenaikan harga BBM yaitu Bantuan Langsung
Sementara Masyarakat (BLSM) untuk rakyat miskin sebesar Rp 150 ribu per
kepala keluarga (KK) selama empat bulan.Hasil voting, 338 suara dari lima partai, yakni Partai Demokrat, Golkar, PAN, PPP, dan PKB menerima APBN-P 2013. Sedangkan 181 suara dari empat partai, yakni PDIP, PKS, Gerindra, dan Hanura menolak.
Berikut hasil voting kenaikan harga BBM. Partai yang menerima APBN-P 2013, masing-masing Demokrat 143 suara, Golkar 98, PAN 40, PPP 34, dan PKB 23 suara. Sedangkan partai yang menolak, PDIP 91 suara, PKS 51, Gerindra 25, dan Hanura 14 suara.
Sementara itu, kenaikan harga BBM bersubsidi --premium Rp 6.500 per liter dan solar Rp 5.500 per liter-- akan terjadi dalam hitungan hari. Kebijakan tersebut akan diumumkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik.
Hal ini diungkapkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, kemarin.
Polisi jaga 89 SPBU
Jelang kenaikan harga BBM, kepolisian di Bandung melakukan antisipasi melalui penjagaan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan Depo Pertamina. Sebanyak 89 SPBU dan 1 Depo Pertamina di Gedebage akan dijaga ketat guna menghindari hal yang tidak diinginkan.
Jajaran Polrestabes Bandung mengerahkan 376 personel, dibantu petugas dari TNI. Kabag Ops Polrestabes Bandung, AKBP Diki Budiman menyatakan, tiap SPBU akan dijaga dua anggota Polri dan satu personel TNI dengan sistem pengamanan terbuka. Untuk Depo Pertamina akan dijaga 1 SST (Satuan Setingkat Pleton) atau 20 personel.
"Hal itu kita lakukan guna mengantisipasi antrean panjang bila terjadi kenaikan harga BBM. Selain sebagai antisipasi bila terjadi gesekan antarmasyarakat," papar Diki kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Jln. Jawa, Senin (17/6).
Dikatakan Diki, pengamanan rencananya akan dilakukan 24 jam penuh selama satu bulan terhitung kemarin (Senin, 17/6). Panjangnya waktu pengamanan dilakukan untuk menghindari kerawanan.
"Namun sifatnya situasional. Jika dalam seminggu situasinya dinilai sudah aman, maka anggota bisa kita tarik. Tapi jika masih rawan, memungkinkan anggota masih ditempatkan di sana," jelasnya.
Pihak kepolisian juga akan memantau lima pintu tol yang menjadi akses dari dan menuju Kota Bandung. Mulai dari Tol Buahbatu, Pasteur, Pasirkoja, Kopo, dan Moh. Toha guna antisipasi pemblokiran gerbang tol oleh para demonstran, yang menolak kenaikan harga BBM.
Disinggung perihal aksi demo, Diki menyatakan, Senin kemarin, aksi demo secara umum berjalan aman. Hanya saja, sempat ada pemblokiran Jln. Soekarno-Hatta oleh sekitar 50 orang mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
"Memang sempat ada pemblokiran jalan dan pembakaran ban oleh mahasiswa. Tapi hanya sebentar, mereka niatnya mau ke Gedung Sate, namun melakukan orasi di Depo Gedebage. Tidak ada yang diamankan. Untuk aksi demo besok (hari ini, red) kita belum mendapat laporan akan ada aksi unjuk rasa," tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Diki juga menyatakan, pihaknya terus memantau aksi penimbunan BBM oleh spekulan jelang kenaikan harga BBM.
Sejauh ini, tambahnya, belum ada temuan para spekulan yang menimbun BBM jelang kenaikan dan tidak ada informasi terkait kelangkaan BBM di Kota Bandung.
676 SPBU
Sementara itu, pihak Polda Jabar menyatakan hal senada. Menjelang kenaikan harga BBM serta mengantisipasi aksi demo penolakan kenaikan harga, penjagaan ketat diberlakukan di SPBU dan depo yang tersebar di Jabar.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Martinus Sitompul menegaskan, pengamanan diberlakukan di 676 SPBU yang terdiri atas 335 SPBU di perkotaan dan 341 SPBU di luar wilayah perkotaan. Sedangkan untuk depo ada lima depo dan semuanya mendapat penjagaan yang sama.
Lima depo yang berada di Jabar berlokasi di Gedebage (Kota Bandung), Dawuan (Karawang), Padalarang (Kabupaten Bandung Barat), Tasikmalaya, dan Balongan (Indramayu). "Kita tempatkan personel di SPBU dan depo. Tapi personel tidak dilengkapi dengan senjata," katanya.
Martinus juga menyatakan, pihaknya akan menjaga pintu tol di wilayah Kota Bandung, Bogor, Karawang, dan Purwakarta. Di setiap pintu tol itu akan disiagakan 1 SSK Sabhara atau sekitar 100 personel. "Penjagaan dilakukan untuk mengantisipasi pemblokiran yang dilakukan massa pendemo. Kami mengimbau agar pendemo menghindari tindakan anarkis dan diharapkan menjaga suasana kondusif serta tidak mengganggu ketertiban umum," katanya.
Meningkat
Jelang penetapan kenaikan harga BBM bersubsidi, penjualan premium di sejumlah SPBU di Kota Bandung mulai meningkat. Rata-rata peningkatan ini mencapai 10%.
Seperti diungkapkan Dani Mardani, Supervisor SPBU 34-40236 di Jln. Laswi Bandung, Senin (17/6).
Dikatakannya, rencana pengumuman penetapan kenaikan harga BBM oleh pemerintah sangat berdampak terhadap konsumen, sehingga permintaan premium mengalami peningkatan.
"Sejak pagi konsumen yang mengisi premium terus antra, terutama sepeda motor, mereka kebanyakan mengisi full tank. Untuk mobil juga ada peningkatan pembelian, dari yang biasanya Rp 100.000 menjadi Rp 150.000," jelas Dani.
Dikatakannya, sebelum ada rencana kenaikan harga BBM penjualan premium per hari sekitar 18.000 liter, tetapi akhir-akhir ini mencapai 20.000 liter lebih. Sedangkan untuk solar cenderung normal, yakni 8.000 liter per hari.
Hal yang sama terjadi di SPBU 34-404110 Jln. Ahmad Yani, seperti diungkapkan suverpisor, Muhammad Tanjil. Permintaan premium meningkat namun belum terlalu signifikan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar